Langsung ke konten utama

Kembali Kepada Sang pencipta

 Selamat Datang di Blog -ikramsp- 
-Assalamu'alaikum wr.wb-
-Salam Sejahtera Bagi kita Semua-
Pada Kesempatan Kali ini, saya -ikramsp- akan berbagi cerita mengenai "Kembali Kepada Sang Pencipta".
Memang terlihat agak religius saat mendengar dan melihat judul blog pertama saya ini. Namun, dibalik judul tersebut, tersirat makna yang susah di ucapkan oleh kata kata, bahkan susah dibayangkan oleh akal sehat kita.
F.A.Q:
A: Kenapa anda membuat blog dengan Judul seperti ini?
S: Karena pada dasar nya kita adalah mahkluk ciptaan-Nya, Saya disini hanya ingin mengingatkan anda semua bahkan diri saya sendiri mengenai kebesaran kekuasaan-Nya.
 A: Seperti nya Blog ini diperuntukan untuk muslim sedangkan saya non muslim?
S: Tidak! Siapa bilang seperti itu? Setiap Agama memiliki Tuhan, bukan? Dalam setiap agama pun dijelaskan bahwa kita adalah mahkluk ciptaan-Nya, bukan? Jadi, Santailah, bacalah, dan nikmati setiap makna dari blog saya ini.  
Anda! ya, Anda! Kenapa  anda masih meninggalkan perintah-Nya? Kenapa? Bukankah Ia telah memberikan nikmat yang luar biasa bagi kita? Kita tidak bisa menghitung berapa banyaknya nikmat yang telah Ia berikan kepada kita. Contoh kecilnya saja: 1. Nafas: Coba anda bayangkan jika kita tak diberikan nikmat berupa nafas? Jika anda membeli di Rumah Sakit, oksigen itu bayar, dihitung per-jam bisa memakan biaya sekitar Rp200.000 perjam. Jika Ia tak memberikan nikmat bernafas pada kita, saya yakin kita semua sudah mati dari beberapa hari/bulan/ bahkan tahunan yang lalu.

Saya hanya sekedar ingin kita semua lebih beriman kepada-Nya, Lebih taat akan perintah nya dan menjauhi larangan nya. Dan Tidak ada alasan untuk mu semua untuk meninggalkan perintahnya, Ia telah memberikan kepada kita fasilitas beribadah. "Kita tidak hidup dijaman batu lagi" ya, saya rasa itu adalah ungkapan yang benar untuk kita semua yang masih meninggalkan perintah-perintah-Nya. Jaman sekarang tempat ibadah ada dimana mana. Bahkan di pelosok pun ada. Tempat beribadah bukan lah sperti mall yang hanya bisa dimasuki oleh orang orang yang beruang, melainkan tempat ibadah itu bisa dimasuki oleh kalangan yang beruang ataupun tidak. Dihadapan-Nya, Kaya/Miskin, Pendek/Tinggi, Tua/Muda sama saja, kita diwajibkan untuk beribadah kepada-Nya atas rasa syukur yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Saya rasa cukup sekian dari saya, Semoga Blog saya membuka mata hati kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya.

Sedikit Iklan:
Ayo Segera lengkapi koleksi baju dan sepatu mu untuk hari raya di Dumbleban Branded Cloth & Sneakers SALE!! Gausah ragu berbelanja di Kami karena kami 100% tidak ada Unsur Penipuan!  Ayo buruan Cek di: Branded Sale Di Instagram!!  Branded Sale Di Twitter!! Branded Sale Di Kaskus!!
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interaksi Manusia dan Komputer : Pertemuan 9

proses desain Wireframes 1. pengumpulan informasi   1. ide desain   2. arsitektur informasi   3. pemahaman tujuan bisnis 2. analisis   1. sasaran layar     - kenapa pengguna datang kesini     - di mana mereka sebelumnya, dan apa selanjutnya?   2. wireframes     - desainer grafis   3. prioritas konten 3. share, test, uji, dan kembangkan  - apa mereka mengerti fungsi setiap layar?  - apakah mereka melalui produk seperti yang anda bayangkan?  - yang ditest wireframesnya (web)  - apakah bertindak jelas? Anotasi penjelasan dan catatan dari wireframes 1. pengumpulan informasi 2. wireframes 3. prioritas konten

Atas Nama Hari ulang Tahun, Untuk Tuhan, dan Teman sekalian.

Selamat Ulang tahun (16/10) untuk saya, Adik sekaligus kembaran saya, dan teman sebangku saya sewaktu SMA, D.O. Sanjaya. Semoga kita semua, dan para pembaca sekalian, senantiasa dalam lindungan Tuhan YME, dan mendapati hidup dalam jalan keberkahan dan kebahagiaan dunia dan akhirta, aamiin. tapi bukan itu yang ingin bicarakan, bukan tentang hari ulang tahun berbahagia yang ingi  saya ceritakan, melainkan tentang hari ulang tahun, yang telah berubah menjadi hari renungan. Hari yang seharusnya menjadi sebuah 24 jam yang spesial, romantis, dan bahagia, menjadi hari yang gelisah, gundah, serta membuat jantung berdegup lemah. 24 jam yang kurasai ingin sekali cepat berlalu, 24 jam yang tak ingin sekali aku jumpai dalam 12 bulan kalender masehi. Namun pada akhirnya, aku akan bersamanya, bergandengan-berdampingan selama 24 jam kedepan, didampingi ucapan selamat dari teman-teman. Terimakasih atas doa dan ucapan yang senantiasa kalian berikan, Semoga, di atas sana Tuhan berbaik hat...